2271326_f520
Sumber : blogs.mcgill.ca

Jika ingin menguji wawasan dan kemampun berfikir yang selama ini Anda khawatirkan atau banggakan. Menulis bisa menjadi salah satu alternatif.

Apakah Anda sudah menulis hari ini ? Pertanyaan ini mungkin bisa dijawab dengan gamblang. “Ia saya sudah,menulis sms,  status di facebook dan twitter.” Jawaban tersebut  bisa diterima dan  tidak salah. Namun menulis di sini yang dimaksud  bukan  untuk keperluan komunikasi dalam media sosial semata. Yang hanya bisa dinikmati oleh teman atau relasi Anda (komunikasi dua arah).

Melainkan sebuah tulisan yang dikonsumsi oleh publik secara luas karena ada “makna” dan gagasan yang disampaikan untuk kepentingan orang banyak. Kebanyakan masih menyepelekan dunia tulis menulis.

Aktivitas menulis, mungkin dinilai  hanya cocok bagi mereka yang sedang melanjutkan pendidikan tinggi,  seorang pengajar atau mereka yang berprofesi sebagai  jurnalis. Bahkan tak sedikit, seseorang mengabaikannya karena memiliki alasan enteng. “Untuk apa?”

Bagi mereka yang menekuni dunia ini, banyak manfaat yang dirasakan. Baik non-materi hingga materi.  Alasan-alasan berikut ini bisa menjadi pemicu agar Anda mulai dan  semangat  menuangkan ide di keyboard.

1.Kebutuhan Batin

Masalah kerapkali menghantui setiap saat. Tak bisa diduga kapan dan dimana.  Ketika dihadapkan sebuah keadaan yang bertolak belakang dengan prinsip dan visi hidup. Pandangan pribadi seolah disandra. Ketika melawan, ada “sistem” yang mengawais dan siap memberikan sanksi. Jalan keluarnya bagaimana ?

Ya, menulis bisa menjadi amunisi sekaligus vitamin. Menuangkan  beban hidup dalam tulisan adalah salah satu solusi ketimbang dipendam sampai mati. Hal ini bukan berarti melemahkan posisi Anda  dan terlihat payah. Tapi, cara ini mencoba memajemen masalah dengan cara kreatif.

Kreatifnya dimana ?  Memindahkan beban pikiran yang semula terbenam  dalam otak kemudian dialirkan ke dalam  secarik  kertas atau menjadi diary dalam komputer jinjing memerlukan proses kreatif yang tinggi. Mengolah kata, fakta dan data dalam masalah kemudian dibentuk dalam tulisan yang enak dibaca adalah perjuangan yang seru.

Jika ingin memperoleh masukan atas masalah Anda,  sharing  menjadi kuncinya,. Tinggal memilih media yang tepat. Entah di media sosial atau blog pribadi. Kalau sudah demikian, batin tidak lagi terluka melainkan terobati.

2.Menguji Kemampuan

Jika ingin menguji wawasan dan kemampun berfikir yang selama ini Anda khawatirkan atau banggakan. Menulis bisa menjadi salah satu alternatif. Menulis merupakan barometer personal  yang amat ampuh. Sejauh mana kemampun diri untuk menguasai sebuah bidang atau keilmuan.

Terkadang , kemampuan seseorang yang umumnya pandai berbicara di depan publik belum tentu cerdas menguraikan secara sistematis dalam bentuk tulisan. Kepiwaian beretorika yang singkat, padat dan jelas di depan umumnya terkadang mandeg saat menyusun  konsep pemikiran dalam bentuk  tulisan.

Karena aktivitas tulis menulis merupakan proses penuangan  ide yang bergulat dengan kata-kata agar bisa dipahami dengan baik oleh pembaca. bukan spontanitas seperti berkomunikasi. Jadi, disnilah pentingnya skill menulis yang diasah secara konsisten.

3.Personal Branding

Setiap karya yang dimiliki pasti akan mendatangkan hasil. Entah materi  maupun non materi.. Mereka yang dengan konsisten dan totalitas menulis dalam bidang yang digeluti, secara  langsung mencerminkan profesionalitas.

Tidak menutupkemungkinan, sebuah bidang yang dikuasi akan menjadikan si penulis memiliki  posisi tawar baik oleh perusahaan, lembaga atau pihak yang membutuhkan.  Semakin kuat brandingnya semakin besar pula peluang yang akan diperoleh. Percayalah!

4.Materi

Hal ini akan dinikmati ketika penulis telah memiliki sebuah karya. Profesi kepenulisan saat ini banyak yang telah mendatangkan materi yang nyata. Bisa dikatakan menulis merupakan cara yang yang tergolong efektif mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Misalnya menjadi penulis opini atau kolom dalam sebuah media massa, penulis lepas (copywriting)  atau membuat pelatihan kepenulisan. Termasuk menerbitkan sebuah buku. Tentu, bukan ini tujuanterakhir  serang penulis. Tapi  idealisme yang membuat ia dihargai.

5.Popularitas

Ketika karya tulisan telah dimiliki dan diketahui oleh banyak orang. Bersiaplah menjadi orang  terkenal alias popular. Banyak tawaran menarik yang bakal menghampiri. Bahkan, hal-hal yang tidak terduga pula akan Anda rasakan. Jaringan dan realasi pun akan mengalir  deras.

Jadi, adakah alasan lain lagi untuk tidak menulis ?

 

One thought on “5 Alasan Kenapa Anda Harus Menulis

  1. Sajikan alasan kenapa permohonan Anda harus dikabulkan. Memaksa orang untuk melakukan kemauan Anda bukanlah teknik membujuk yang efektif, namun bila Anda jelaskan kenapa Anda percaya bahwa sesuatu perlu dilakukan, dapat membantu merubah pikiran mereka.

Share Your Thought