infographic-Brain-of-a-Blogger
sumber foto : billbelew.com

Akhirnya bisa ngeblog juga. Setelah setahun  lebih vakum. Malas, jadi salah satu pemicu

Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan di dunia yang satu ini. Terutama untuk  belajar menulis. Dari masalah sepele, curhatan hingga masalah serius bisa di bagi.

Kalau ditanya manfaat, juga banyak.  Dari yang profit hingga non profit. Bagi saya, awal mula ngeblog jelas ingin belajar menulis yang baik dan memiliki teman sesama blogger (non profit).

Bagi saya di sinilah tempat untuk  merawat idealisme.  Belajar konsisten dan bertanggung jawab atas konten yang ditayangkan. Karena sudah tentu, pemikiran yang dituangkan dalam blog belum tentu para blogger lainnya atau netizen  sepaham.

Syukur kalau ada  sepakat atau sekadar menjadi “penyimak” semata. Kalau tidak, sudah pasti kolom komentar bakal penuh dengan reaksi. Kita sebagai tuan rumah pun juga harus menyiapakan energi untuk meladeni.

Ok. Cukup Sudah dulu prolognya. Saya mau flasback di masa saya jaya-jayanya ngeblog. Berikut kisahnya :)

Sebagai blogger tentu bangga jika dikunjungi oleh netter atau siapapun yang sedang mencari informasi.  Apalagi  membubuhkan komentar. Tentu itu menjadi kebahagian tersendiri bagi si empunya blog. Setidaknya diapresialah.

Blog, selama ini bagi saya  menjadi ruang berekpresi dan berekprimen. Ada kenalan baru, wawasan baru dan pengalaman baru, tentunya.

Pertama kali megenal dunia blogging sejak 2009 lalu. Dikala masih menjadi mahasiswa. Waktu ini masih nebeng di blogspot.com. Isinya, tak lain seputar postingan  seputar kuliah. Setelah belajar serius dengan komunitas blog di Bali, yakni Bali Blogger Community  saya akhirnya  pindah ke wordpress.com di tahun 2010.

Alasannya sama dengan para blogger pemula. Template wordpres  beragam dan mudah dikelola. Kala itu, nama yang saya gunakan adalah kotakinformasi.wordpress.com. Nama tersebut digunakan  dengan alasan yang sederhana. Saya menginginkan agar blog tesebut bisa menampung berbagai informasi apapun yang saya ketahui.

Baik dari hasil diskusi, pengamatan hingga komentar legit terkait pemberitaan media yang berkembang kala itu. Sebagai mahasiswa , tentu aktivitas saya waktu ini sangat fleksibel meskipun juga disibukkan  kuliah dan organisasi kampus.

Setelah menyusun tulisan, proses editing ketat ( :) )  hingga preview sekian kali sebelum posting. Usai tayang, ada sebuah kelegaan dan kebanggaan. Karena telah menunaikan  postingan  satu tulisan berkala (entah harian dan  mingguan).

Setelah itu, dengan bangga saya tebar  ke media sosial.  Facebook dan twitter jadi andalan. Khusus di  dinding Fb saja, cukup ramai saya share.  Reaksi teman-teman juga  beragam. Ada yang menanyakan apa isinya hingga masalah prinsip dan subtansial. “Blog itu apa ? “

Seiring waktu, saya pun komitmen dan memutuskan untuk menggrap blog yang profesional. Dalam artian menggunakan nama saya dan tidak memanfaatkan layanan gratis dari wordpress.  Itu terjadi di pertengahan tahun 2013 tepatnya. Saya menggunakan nama awitara.com ( singkatan dari Agus Widiantara, ehm..)

Namun, apa daya ditengah kesibukan menjadi seorang jurnalis di sebuah koran sekaligus kontributor di majalah  membuat nasib blog yang saya banggakan itu tak terurus. Tak terawat hingga berjamur.

Sampai-sampai memasuki pertegahan tahun 2014, saking sibuknya (alasan bijak kala itu) saya mengabaikan  kewajiban utama  yakni membayar sewa hosting sebelum jatuh tempo. Kenyataan buruk pun saya harus terima. Saya tidak bisa mengaksesnya.

Namun dipengujung tahun 2014 yang masih tersisa. Kerinduan untuk menghasilkan karya sembari bercengkrama di dunia maya itu muncul. Setiap kali browsing dan membaca tulisan  para blogger, tak jarang membuat saya cemburu buta.

Ya, kini blog yang Anda baca ini hadir untuk merawat kembali  idealisme menulis saya sekaligus berbagi informasi. Saya datang lagi. Ini blog saya, mana blog mu ?

Share Your Thought